Tips Peternakan

Tanam Jagung dan Pelihara ayam kampung (intregated) by driyakarsa

S
Super Admin
14 Jul 2026
85 dibaca ~3 menit baca
Tanam Jagung dan Pelihara ayam kampung (intregated) by driyakarsa
HANYA ORANG B*D*H yang beternak dan tanam jagung untuk pakan. kmaren saya simak salah satu argumen yang di lempar ke ruang publik. 😂😂 Dalam argumennya, disampaikan bahwa waktu,tenaga, dan lahan yang dibutuhkan untuk bisa mencukupi kebutuhan pakan ternak itu merupakan sisi kebodohannya. Lebih baik kalau waktu, tenaga, dan lahan yang ada dipakai untuk focus di ternaknya. Demikian kira-kira yang saya tangkap dari argumen tersebut. Hal ini gak akan mungkin selesai dan sepanjang masa akan jadi perdebatan. Karena memang tidak semua orang berkapasitas mengelola kerumitan dan menjadikan sebuah sistem kerja yang efektif dan efisien. Karena, memang benar bahwa #integratedfarming ini tantangannya lebih tinggi daripada hanya focus beternak. Saya setuju. Namun, dari berkesinambungan dan terhubungnya antara ternak dan tani ini, kalau bisa dikelola dengan baik, ini akan jadi sebuah penghematan yang luar biasa.. Kita bedah satu persatu ya,, oh ya, disclaimer nya dulu bahwa ini argumen pribadi saya tanpa bermaksud menyudutkan pihak manapun. Kalian bebas merdeka mau pakan beli full, atau mengusahakan produksi pakan sendiri. Senyaman dan semampunya saja.. Saat ini Driya Karsa beternak ayam #elba dan #kuntara4 , kami mengusahakan juga untuk #tanamjagung pada lahan kosong yang kami miliki. Belum punya dana juga untuk eksekusi ekspansi lahan kosong itu menjadi kandang 😂 Yang namanya produksi sendiri, sudah pasti akan mendapatkan margin. Selisih dari biaya produksi dan value atau nilai barang yang dihasilkan. Sampai di titik ini seharusnya semua sepakat ya..? Kalau proses tanam jagung itu tidak menghasilkan margin keuntungan, tidak akan ada petani yang mau tanam jagung donk..? Logika ini sangat dasar sekali. Ya tapi kan waktu, tenaga, dan lahannya butuh biaya..? Yups bener.. gak ada yang gratis. Kita tukarkan waktu, tenaga, dan lahan kita untuk memproduksi jagung sendiri pasti ada "harga yang harus dibayar" Kalau semua hanya dikerjakan SINGLE FIGTHER, yoooo berat banget.. Tuhan kasih kita semua waktu hanya 24jam.. gak ada extra waktu. Disinilah kita bisa jadi SALURAN BERKAT juga buat sekitar kita, kita bikin tim kerja.. untuk bantu kita di keseluruhan proses bisnis tani dan ternak kita. Eksekusi pemberian pakan dan minum seribu ekor ayam, sehari akan selesai kurang dari 3jam koq. Ini bukan angka asal ya, pagi 1.5jam sore 1.5jam sudah sangat cukup untuk menyelesaikan populasi seribu ekor lebih yang saat ini ada di kandang Driya Karsa. Kita hire orang, untuk bantu kita kelola semuanya, dijadwalkan kerjanya dengan baik, jadi biaya tenaga kerja bisa kita hemat. Efektif dan efisien. 🤗 Jangan langsung tanam jagung di lahan yang terlalu luas, karena eksekusi nya akan butuh tenaga dalam 1 waktu yang banyak. Di pecah saja misalkan tanam per luas area per periode. Nah terkait jumlah tenaga kerja, luas area dan periode siklus ini, tentu akan berbeda-beda tergantung skala ternak dan ketersediaan lahannya. Prinsipnya adalah tenaga kerja yang kita punya, prioritas utamanya mengurusi rutin ternak kita, kemudian sisa waktunya, bisa bantu kita urus tanaman jagung nya. Kebutuhan pupuk, dapat dihemat dengan menggunakan komposisi alas kandang ayam yang tepat. Pak Bayu Diningrat sudah memberikan insight bagaimana komposisi alas kandang ayam, dalam kurun waktu tertentu akan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang yang bagus..! Pupuk fase generatif nya juga bisa dibuat dari cangkang telor dari sisa proses penetasan. Jadi kita putarkan segala resource yang ada menjadi satu kesatuan bisnis yang terintegrasi. Sampai sini, kepala kalian sudah pusing? Sudah menyerah mengusahakan integrated farming? Oke, ndak perlu dipaksakan.. kan di atas tadi sudah tersampaikan, tidak semua orang akan mampu mengurai kerumitan 😂😂 Ndak papa koq kalau memang dipertimbangkan dengan segala kondisi kalian lebih memutuskan untuk beli pakan jadi. Karena kondisi masing-masing memang bisa berbeda beda. Sruput dulu kopinya... 🤗🤗 Saya lanjutkan menikmati rutinitas keb*d*han ini dulu.. #peternakpemula #petanipemula #belajarternak #belajartani

Sumber Artikel: https://www.facebook.com/1541870073/posts/pfbid0WgxCpgf5Z4KdxtMdJzN26xfxr3zTq7cNg3WGDFE2u8ZnVkJVLPpchza2fGVTRrWnl/

Chat via WhatsApp